Hari Kanker Sedunia: Mencegah Selalu Lebih Baik

image

Hari kanker sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari
setiap tahunnya. Organisasi kesehatan dunia, WHO
melaporkan kematian yang disebabkan kanker mencapai 7,6 juta jiwa pada tahun 2008. Setiap tahun hampir 13 juta
kasus baru kanker terdiagnosis.

Setelah terlepas dari beban penyakit menular, saat ini
negara maju menghadapi tantangan berupa penyakit tidak
menular (PTM) termasuk kanker. Sebagai negara
berkembang, Indonesia menghadapi dua tantangan sekaligus. Negara ini belum bisa lepas dari beban penyakit menular dan harus menghadapi PTM. Manakah yang lebih prioritas, mengendalikan penyakit menular (infeksi) atau PTM? Ternyata keduanya bisa diintegrasikan. Alasannya, infeksi kronis (menahun) tertentu terbukti memudahkan terjadinya kanker. Misalnya infeksi virus hepatitis B, infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang berkaitan dengan kanker leher rahim, serta infeksi bakter Helicobacter pylori yang berkaitan dengan kanker lambung.

Continue reading

Membedakan Kejang dan Epilepsi

pertolongan pertama saat kejang

pertolongan pertama saat kejang


Epilepsi atau yang dikenal masyarakat sebagai ayan adalah kondisi yang ditandai dengan kejang berulang secara spontan. Tidak semua kejang adalah epilepsi, dan setiap epilepsi selalu ditandai dengan kejang. Pada umumnya, epilepsi ditandai dengan kejang tanpa faktor pencetus atau akibat penyakit otak akut. Misal ada seorang anak yang demam tinggi lalu kejang, hal itu belum bisa didiagnosis sebagai epilepsi.
Kejang terjadi sebagai akibat kelainan letupan listrik pada otak sehingga terjadi gangguan pada gerakan, sensasi, kesadaran, atau perilaku ganjil tanpa disadari penderita. Otak manusia terdiri dari trilyunan sel saraf yang saling berhubungan dengan letupan listrik yang diperantarai zat kimia yang disebut neuotransmitter. Letupan listrik ini tidak hanya terjadi di otak, tapi juga di otot sehingga kita menyadari akan suatu gerakan dan sensasinya. Nah, jika terjadi gangguan pada neurotransmitter itu, terjadilah kejang. Continue reading

Sub PIN: Beragam Ekspresi Anak Saat Disuntik

Tanggal 12-24 November 2012 Dinkesprov Jatim mengadakan Sub PIN difteri di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Kegiatan ini berupa pemberian suntikan imunisasi difteri untuk anak usia 2 bulan-15 tahun berupa vaksin DPT-HB/DT/Td sesuai golongan umur. Nah…alasan diberikan vaksin ini adalah karena insiden difteri dan jumlah kematiannya di Jatim tinggi. Insiden difteri ada 645 kasus dengan 28 kematian dan juga 83% kasus difteri di Indonesia disumbang oleh Jatim. Sub PIN ini ┬átidak diberikan di seluruh kabupaten/kota, tapi dipilih berdasar daerah mana memiliki penderita difteri paling banyak. Dimana aja? Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, kabuaten dan kota Mojokerto, Jombang, kabuaten dan kota Madiun, kabuaten dan kota Pasuruan, kabuaten dan kota Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi

***

Salah satu kegiatan dokter internship adalah jaga Puskesmas. Puskesmas memiliki beberapa macam pelayanan, salah satunya adalah KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Pekan ini giliran saya bertugas disini. Biasanya sih tugas dokter di KIA “hanya” memeriksa dan memberi obat ibu dan anak yang datang. Tapi kali ini saya bosan. Saya meminta para bidan yang hendak pergi Sub PIN untuk mengajak saya. Yes, berhasil. Para bidan kelihatan “ewuh-pakewuh” jika saya ikut. Mereka kuatir saya mengeluh karena kepanasan, capek, atau kehujanan karena medan yg akan ditempuh Sub PIN ini jauh dengan jalan yang tidak ramah. “Sudahlah Bu, ayo kita jalan, anak-anak sudah menunggu!”

Continue reading