Obat Puskesmas (1): GG

Glyceril guaicolat (GG) atau disebut juga dengan Guaifenesin merupakan kelompok obat expectorant pengencer dahak. Artinya, obat ini digunakan untuk mengobati batuk berdahak. Umumnya, masalah yang dihadapi oleh pasin dengan batuk berdahak adalah dahak yang amat kental sehingga susah dikeluarkan. Obat ini sebaiknya dikonsumsi dengan air putih yang banyak. Karena air putih juga akan membantu mengencerkan dahak. Continue reading

Mengenal Levocetirizin

Penyakit alergi sering dijumpai terutama pada pasien anak-anak. Terapi andalan untuk penyakit alergi adalah antihistamin. Penggunaan antihistamin pada anak sangat berbeda dengan dewasa karena perbedaan kematangan organ.

Histamin merupakan mediator normal yang dikeluarkan oleh mastosit dan basofil. Sedangkan antihistamin adalah inhibitor kompetitif terhadap histamin pada reseptor H1, H2, H3, dan H4. Peranan antihistamin ini semakin kuat terutama untuk reseptor H1. Antihistamin dikelompokkan menjadi generasi pertama dan generasi kedua yang efek sedatifnya minimal. Contoh antihistamin generasi kedua adalah cetirizin, dan pengembangannya yaitu levocetirizin.

Mastosit merupakan first effector cell dari urtikaria. Pada urtikaria akut, 50% penyebabnya tidak diketahui. Biasanya pasien akan mengeluh gatal yang tidak berhubungan dengan makanan atau cuaca dingin. Sebanyak 40% urtikaria kronis disebabkan oleh infeksi saluran napas atas, 9% oleh obat, dan makanan hanya 1%. Sedangkan penyebab urtikaria kronis, 35% disebabkan oleh factor fisik, 5% vaskuler, dan sisanya diakibatkan oleh otoimun, pseudoalergi,  infeksi, dan idiopatik.

Levocetirizin dapat digunakan pada bayi mulai umuur 6 bulan dan efek antihistamnnya lebih kuat daripada loratadin (The Pediatric Research Equity Act, 2007). Meski demikian, efek levocetirizin tetap ada: 5,9% mengantuk, 1,4% mulut kering, 2,7% kelelahan, dan 1,6% sakit kepala. Efek samping ini jauh lebih sedikit ketimbang antihistamin lainnya. Dosis levocetirizin adalah 0,125 mg/kg diberikan sekali sehari pada malam hari karena long acting. Jika respon dirasa kurang, obat ini dapat diberika dua kali sehari. Levocetirizin tidak boleh digerus karena akan menghilangkan sifat long acting-nya sehingga jika digerus, obat tersebut menjadi sama dengan short acting.

Bagaimana Menurunkan Demam pada Anak?

fever
Seorang ibu mengantarkan anaknya ke dokter dengan keluhan panas tinggi sejak semalam. Setelah melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik, dokter memberikan obat penurun panas untuk si anak. Lalu, apa yang harus dilakukan sang ibu? Apakah cukup hanya dengan memberi obat penurun panas?

Kesembuhan pasien bukan satu-satunya dipengaruhi oleh obat yang diberikan oleh dokter, tapi kerjasama antardokter pasien. Dokter memberi obat penurun panas saat di klinik, dan ibu merawat anak demam di rumah.
Continue reading