Rinai

Rintik rintik rinai turun satu-satu
Mengisi malam di ujung kamar beratap bambu
“Rindu” tulisku
Aku ingin bertemu, sungguh

Malam ini purnama singgah
Berteman dengan rinai, bintang pun segan
“ini hanya sebentar” katamu kemarin petang
Aku pun diam

Rinai rinai rinai
Tak inginkah Engkau berhenti sebentar?
Dengarkan perasaanku yang tertahan
Aku ingin pulang

Bukittinggi, 23/5/2013

Advertisements

Sub PIN: Beragam Ekspresi Anak Saat Disuntik

Tanggal 12-24 November 2012 Dinkesprov Jatim mengadakan Sub PIN difteri di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Kegiatan ini berupa pemberian suntikan imunisasi difteri untuk anak usia 2 bulan-15 tahun berupa vaksin DPT-HB/DT/Td sesuai golongan umur. Nah…alasan diberikan vaksin ini adalah karena insiden difteri dan jumlah kematiannya di Jatim tinggi. Insiden difteri ada 645 kasus dengan 28 kematian dan juga 83% kasus difteri di Indonesia disumbang oleh Jatim. Sub PIN ini  tidak diberikan di seluruh kabupaten/kota, tapi dipilih berdasar daerah mana memiliki penderita difteri paling banyak. Dimana aja? Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, kabuaten dan kota Mojokerto, Jombang, kabuaten dan kota Madiun, kabuaten dan kota Pasuruan, kabuaten dan kota Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi

***

Salah satu kegiatan dokter internship adalah jaga Puskesmas. Puskesmas memiliki beberapa macam pelayanan, salah satunya adalah KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Pekan ini giliran saya bertugas disini. Biasanya sih tugas dokter di KIA “hanya” memeriksa dan memberi obat ibu dan anak yang datang. Tapi kali ini saya bosan. Saya meminta para bidan yang hendak pergi Sub PIN untuk mengajak saya. Yes, berhasil. Para bidan kelihatan “ewuh-pakewuh” jika saya ikut. Mereka kuatir saya mengeluh karena kepanasan, capek, atau kehujanan karena medan yg akan ditempuh Sub PIN ini jauh dengan jalan yang tidak ramah. “Sudahlah Bu, ayo kita jalan, anak-anak sudah menunggu!”

Continue reading

Stop Jadi Komentator, Move On Bro! #PrayForGaza


Beberapa teman mengeluhkan perbedaan pendapat di sosial media (socmed) mengenai apa yang harus dilakukan melihat invasi Israel atas Gaza. Ada yang jadi pelopor, ada yang jadi follower, ada yang jadi komentator, dan tentunya ada yang jadi penonton. Seorang teman memasang display picture dukungan ke Gaza, dikomentarin. Ngajak donasi untuk Palestina, dikomentarin. Ngajakin doa buat masyarakat Gaza, dikomentarin. Yuk lihat komentar para komentator itu…

1. Palestina itu masalah politik antarnegara, bukan agama
Emang kalo bener Palestina masalah politik, kita gak boleh bantu?
Katanya Indonesia termasuk bagian masyarakat global, masa iya puluhan rakyat sipil (termasuk bayi dan anak-anak) Palestina meninggal karena serangan Israel dalam 5 hari, kita diem aje?
Nyatanya, Palestina kan negerinya 3 agama: Islam, Nasrani, dan Yahudi. Kok yakin banget kalo ini gak ada hubungannya dengan agama?

2. Negara-negara Arab aja gak bantuin Palestina, ngapain kita bantu?
PM Mesir barusan ke Gaza, Turki sama Qatar juga bantuin. Terus, kalo negara arab lainnya diam aja, kita juga musti diem gitu? Misal Arab sama Israel peluk-pelukan, kita cuma jadi penonton? Analoginya sama kaya, misal Arab mau lari nyebur sumur, kita juga mau ikut-ikutan? Indonesia musti jadi negara pelopor dong. Menyelamatkan kemanusiaan!

Continue reading