Dispepsia *artikelpenyegar*

Dispepsia atau orang awam menyebutnya dg sakit maag sering bikin dokter dan pasien frustasi. Karena penyakit ini susah sembuhnya šŸ˜¦

Dispepsia merupakan kumpulan gejala yg bervariasi pada tiap individu, baik intensitas maupun waktunya. Gejala tersebut meliputi nyeri epigastrium (ulu hati), mual, kembung, muntah, sering sendawa, dan cepat merasa kenyang.

15-30% dari populasi umum pernah mengalami dispepsia. Di negara barat, prevalensi dispepsia sebesar 7-14%, dari angka tersebut, 10-20% sajalah yang berobat. Survei di Jakarta menunjukkan, 60% dari 1650 penduduk pernah mengalami dispepsia.

Continue reading

Advertisements

Jangan Takut Operasi Katarak!

Image

Mata merupakan organ penting manusia. Hampir 83 persen informasi yang diterima manusia berasal dari indra ini. Sehingga jika mata terganggu, hampir semua aktivitas sehari-hari akan terganggu pula. Membaca jadi sulit, melihat segala sesuatu menjadi tidak jelas.

Salah satu gangguan mata yang banyak diderita masyarakat terutama para lanjut usia (lansia) adalah katarak. Katarak merupakan salah satu penyebab utama kebutaan. Pada World Health Report 1998, sekitar 20 juta penduduk dunia mengalami kebutaan kedua mata akibat katarak. Indonesia memiliki sekitar 3,7 juta penduduk yang mengalami kebutaan dan 70 persen di antaranya disebabkan katarak. Angka ini akan terus bertambah seiring bertambahnya usia harapan hidup di Indonesia.

Katarak adalah perubahan lensa mata yang tadinya keruh dan tembus cahaya menjadi keruh, sehingga penglihatan terganggu. Secara umum, gejala katarak adalah berupa penglihatan menjadi tidak jelas seperti kabut yang menghalangi objek penglihatan, mata menjadi lebih peka terhadap cahaya, jika ditutup satu mata, penglihatan menjadi ganda, serta lensa mata berubah menjadi putih susu. Gejala di atas tidak dirasakan oleh pasien secara cepat, melainkan secara perlahan.

Katarak tidak menular dari satu mata ke mata lain, tapi dapat terjadi pada kedua mata secara bersamaan. Sebagian besar katarak diakibatkan oleh penuaan atau degenerasi sehingga banyak diderita oleh orang tua. Meski demikian, ada beberapa jenis katarak yang hanya diderita usia dini karena infeksi pada ibu hamil. Sedangkan pada penderita diabetes atau kencing manis, katarak dapat menyerang di segala usia. Selain faktor di atas, hal lain yang dapat memicu terjadinya katarak seperti paparan sinar matahari, penggunaan obat tertentu seperti steroid, trauma pada mata sebelumnya seperti pada korban kecelakaan, serta penyakit dasar yang pasien seperti darah tinggi.

Sembuh dengan Operasi
Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat-obatan, makanan, atau kegiatan olah raga yang secara spesifik dapat menghindari katarak. Salah satu upaya efektif untuk memperlambat terjadinya katarak adalah dengan melindungi mata dari sinar matahari. Selain itu, menjaga pola hidup sehat dan mengobati penyakit kronis seperti kencing manis dan darah tinggi, dapat memperlambat timbulnya katarak. Pola hidup sehat termasuk di antaranya adalah berhenti merokok.

Kabar gembiranya, orang yang mengalami kebutaan akibat katarak masih memiliki kesempatan untuk sembuh melalui operasi. Namun, sebagian besar masyarakat takut membayangkan operasi. Selain membayangkan operasi yang identik dengan sakit dan berdarah-darah. Bahkan tak sedikit kabar yang beredar bahwa operasi katarak malah mengakibatkan kebutaan. Continue reading

Ayo Cegah Pikun!*

Happy-Old-People

Seiring bertambah umur manusia, manusia akan semakin rentan pikun. Kakek, nenek, dan lansia lainnya sangat rentan terhadap gangguan yang berakibat bukan hanya medis, tapi psikososial ini. Secara umum pikun atau demensia memiliki dua sebab utama yaitu yang demensia yang berkaitan dengan pembuluh darah (vascular dementia) dan selainnya (nonvascular dementia). Nonvascular dementia yang seri ng didengar oleh masyarakat adalah Alzheimer. Meski prevalensinya belum diketahui di Indonesia, tapi seiring dengan meningkatnya populasiĀ  lansia di Indonesia, penyakit ini perlu diwaspadai.

Ternyata ada beberapa strategi sederhana untuk mencegah pikun akibat Alzheimer.

Continue reading

Hari Kanker Sedunia: Mencegah Selalu Lebih Baik

image

Hari kanker sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari
setiap tahunnya. Organisasi kesehatan dunia, WHO
melaporkan kematian yang disebabkan kanker mencapai 7,6 juta jiwa pada tahun 2008. Setiap tahun hampir 13 juta
kasus baru kanker terdiagnosis.

Setelah terlepas dari beban penyakit menular, saat ini
negara maju menghadapi tantangan berupa penyakit tidak
menular (PTM) termasuk kanker. Sebagai negara
berkembang, Indonesia menghadapi dua tantangan sekaligus. Negara ini belum bisa lepas dari beban penyakit menular dan harus menghadapi PTM. Manakah yang lebih prioritas, mengendalikan penyakit menular (infeksi) atau PTM? Ternyata keduanya bisa diintegrasikan. Alasannya, infeksi kronis (menahun) tertentu terbukti memudahkan terjadinya kanker. Misalnya infeksi virus hepatitis B, infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang berkaitan dengan kanker leher rahim, serta infeksi bakter Helicobacter pylori yang berkaitan dengan kanker lambung.

Continue reading

Membedakan Kejang dan Epilepsi

pertolongan pertama saat kejang

pertolongan pertama saat kejang


Epilepsi atau yang dikenal masyarakat sebagai ayan adalah kondisi yang ditandai dengan kejang berulang secara spontan. Tidak semua kejang adalah epilepsi, dan setiap epilepsi selalu ditandai dengan kejang. Pada umumnya, epilepsi ditandai dengan kejang tanpa faktor pencetus atau akibat penyakit otak akut. Misal ada seorang anak yang demam tinggi lalu kejang, hal itu belum bisa didiagnosis sebagai epilepsi.
Kejang terjadi sebagai akibat kelainan letupan listrik pada otak sehingga terjadi gangguan pada gerakan, sensasi, kesadaran, atau perilaku ganjil tanpa disadari penderita. Otak manusia terdiri dari trilyunan sel saraf yang saling berhubungan dengan letupan listrik yang diperantarai zat kimia yang disebut neuotransmitter. Letupan listrik ini tidak hanya terjadi di otak, tapi juga di otot sehingga kita menyadari akan suatu gerakan dan sensasinya. Nah, jika terjadi gangguan pada neurotransmitter itu, terjadilah kejang. Continue reading

Sub PIN: Beragam Ekspresi Anak Saat Disuntik

Tanggal 12-24 November 2012 Dinkesprov Jatim mengadakan Sub PIN difteri di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Kegiatan ini berupa pemberian suntikan imunisasi difteri untuk anak usia 2 bulan-15 tahun berupa vaksin DPT-HB/DT/Td sesuai golongan umur. Nah…alasan diberikan vaksin ini adalah karena insiden difteri dan jumlah kematiannya di Jatim tinggi. Insiden difteri ada 645 kasus dengan 28 kematian dan juga 83% kasus difteri di Indonesia disumbang oleh Jatim. Sub PIN ini Ā tidak diberikan di seluruh kabupaten/kota, tapi dipilih berdasar daerah mana memiliki penderita difteri paling banyak. Dimana aja? Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, kabuaten dan kota Mojokerto, Jombang, kabuaten dan kota Madiun, kabuaten dan kota Pasuruan, kabuaten dan kota Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi

***

Salah satu kegiatan dokter internship adalah jaga Puskesmas. Puskesmas memiliki beberapa macam pelayanan, salah satunya adalah KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Pekan ini giliran saya bertugas disini. Biasanya sih tugas dokter di KIA “hanya” memeriksa dan memberi obat ibu dan anak yang datang. Tapi kali ini saya bosan. Saya meminta para bidan yang hendak pergi Sub PIN untuk mengajak saya. Yes, berhasil. Para bidan kelihatan “ewuh-pakewuh” jika saya ikut. Mereka kuatir saya mengeluh karena kepanasan, capek, atau kehujanan karena medan yg akan ditempuh Sub PIN ini jauh dengan jalan yang tidak ramah. “Sudahlah Bu, ayo kita jalan, anak-anak sudah menunggu!”

Continue reading

Bahaya Suntik Tanpa Indikasi Medis

image

Pernah dengar kalau orang madura itu senang sekali dengan suntik?
Persepsi itu saya dapatkan sejak kuliah. Para guru saya sering menceritakan pengalamannya bekerja di daerah pinggiran yang kebanyakan dihuni orang madura. Ketika berobat, apapun sakitnya, mereka sering meminta untuk disuntik di pantat. Karena pantatnya ada dua bagian, tidak jarang mereka minta disuntik di pantat kanan dan kiri. Biar imbang kata mereka. Ternyata cerita para guru yang dulu saya anggap lucu, saat ini saya mengalaminya

Continue reading