Ayo Cegah Pikun!*

Happy-Old-People

Seiring bertambah umur manusia, manusia akan semakin rentan pikun. Kakek, nenek, dan lansia lainnya sangat rentan terhadap gangguan yang berakibat bukan hanya medis, tapi psikososial ini. Secara umum pikun atau demensia memiliki dua sebab utama yaitu yang demensia yang berkaitan dengan pembuluh darah (vascular dementia) dan selainnya (nonvascular dementia). Nonvascular dementia yang seri ng didengar oleh masyarakat adalah Alzheimer. Meski prevalensinya belum diketahui di Indonesia, tapi seiring dengan meningkatnya populasi  lansia di Indonesia, penyakit ini perlu diwaspadai.

Ternyata ada beberapa strategi sederhana untuk mencegah pikun akibat Alzheimer.

  1. Minum kopi. Kopi dikenal sebagai “brain tonic”, perangsang otak. Penelitian di Eropa menunjukkan minum kopi tiga hingga lima cangkir sehari pada usia pertengahan akan emnurunkan risiko pikun sebesar 65%. Jadi silahkan minum kopi kecuali dokter Anda melarangnya.
  2. Kesehatan gigi dan mulut. Penelitian University of Southern California menunjukkan bahwa orang yang menderita penyakit periodontal sebelum usia 35, berisiko menderita pikun empat kali lipat.
  3. Googling. Melakukan pencarian online ternyata bisa menstimulasi otak bahkan lebih kuat dari membaca buku. Karena dalam melakukan pencarian online setidaknya selama sejam, pusat memori dan pembelajaran di otak akan teraktifasi.
  4. Menumbuhkan sel otak. Dulu, para ilmuwan percaya bahwa mustahil sel otak tumbuh baru. Saat ini ilmuwan percaya bahwa ribuan sel otak tumbuh setiap harinya. Lalu apa hal yang dapat memudahkan sel otak tumbuh? Menjauhi stress, tidur cukup, menjauhi obesitas, dan mengatur nutrisi.  Nutrisi yang disarankan untuk para lansia agar terhindar dari kepikunan adalah ikan-ikanan terutama salmon.
  5. Minum jus apel. Jus apel dapat merangsang produksi asetilkolin. Asetilkolin adalah zat kimiawi yang berfungsi sebagai komunikasi antar sel otak.
  6. Melindungi kepala. Cedera pada kepala, meski ringan, akan meningkatkan risiko demensia. Alat pelindung kepala sederhana yang sering dianggap remeh masyarakat contohnya adalah helm standar.
  7. Kekhusukan dalam beribadah ternyata menurunkan risiko otak mengkerut
  8. Vitamin D. Penelitian di Amerika menunujukkan kekurangan vitamin D berat akan mempercepat risiko gangguan kognitif hingga 394%. Para ahli merekomendasikan kebutuhan vitamin D perhari yaitu 800 IU hingga 2000 IU perhari.
  9. Gaya hidup aktif. Gaya hidup aktif seperti bersosialisasi, melakukan aktivitas fisik ringan, mengobrol, menulis, dll. akan merangsang aktivitas otak.
  10. Menghindari infeksi

*memperingati Hari Lansia Nasional 29 Mei

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s