Hari Kanker Sedunia: Mencegah Selalu Lebih Baik

image

Hari kanker sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari
setiap tahunnya. Organisasi kesehatan dunia, WHO
melaporkan kematian yang disebabkan kanker mencapai 7,6 juta jiwa pada tahun 2008. Setiap tahun hampir 13 juta
kasus baru kanker terdiagnosis.

Setelah terlepas dari beban penyakit menular, saat ini
negara maju menghadapi tantangan berupa penyakit tidak
menular (PTM) termasuk kanker. Sebagai negara
berkembang, Indonesia menghadapi dua tantangan sekaligus. Negara ini belum bisa lepas dari beban penyakit menular dan harus menghadapi PTM. Manakah yang lebih prioritas, mengendalikan penyakit menular (infeksi) atau PTM? Ternyata keduanya bisa diintegrasikan. Alasannya, infeksi kronis (menahun) tertentu terbukti memudahkan terjadinya kanker. Misalnya infeksi virus hepatitis B, infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang berkaitan dengan kanker leher rahim, serta infeksi bakter Helicobacter pylori yang berkaitan dengan kanker lambung.

Setengah dari negara-negara di dunia tidak memiliki rencana pengendalian kanker terpadu. Pengendalian kanker bukan hanya berbicara mengenai pengobatan, melainkan juga pencegahan, deteksi dini hingga perawatan paliatif. Meski beberapa negara telah memiliki rencana pengendalian kanker terpadu, mereka masih harus berjuang untuk menjadikan komitmen saja menjadi aksi nyata. Komitmen tersebut akan semakin susah diterapkan jika pemerintah tidak mengintegrasikan dengan rencana pembangunan negara. Karena kanker bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masalah sosioekonomi. Kanker merupakan sebab dan akibat dari kemiskinan. Kanker
mempengaruhi kemampuan suatu keluarga dalam
menghasilkan uang. Pengobatan yang mahal menyebabkan
keluarga jatuh semakin dalam ke jurang kemiskinan. Dalam
waktu sama, kemiskinan, pendidikan rendah, serta
terbatasnya akses pelayanan kesehatan meningkatkan risiko
terjadinya kanker dan kematian akibat kanker. Itulah alasan
pengendalikan kanker memerlukan kerjasama lintas sektoral berdasarkan data epidemiologi masing-masing negara.

Mari Mencegah Kanker

Mencegah jelas lebih baik dan lebih murah daripada
mengobati. Sepertiga dari kematian kanker bisa dicegah.
Salah satu caranya adalah dengan memodifikasi faktor risiko. Faktor risiko yang bisa diubah antara lain adalah paparan rokok, kegemukan, alkohol, serta infeksi. Kebijakan
pemerintah mengenai pembatasan penggunaan rokok pada
ruang publik harus didukung. Rokok diperkirakan membunuh satu miliar orang di dunia dalam satu abad. Rokok dikaitkan dengan 71 persen kematian akibat kanker paru dan bertanggung jawab pada 21 persen kasus kematian akibat kanker lain.

Beberapa jenis kanker bisa dideteksi dini sehingga
meningkatkan harapan sembuh, misalnya kanker payudara,
kanker leher rahim, dan kanker kolorektal. Kanker bukanlah vonis kematian karena beberapa jenis kanker bisa dicegah dan disembuhkan. Kanker stadium dini tentunya lebih tidak mematikan daripada kanker stadium lanjut. Contohnya Australia. Negara ini menerapkan pencegahan dan deteksi dini kanker payudara berupa program skrining mammography sejak 1991. Karena program pencegahan dan deteksi dini inilah, Australia melaporkan penurunan angka kematian kanker payudara hingga 30persen dalam dua dekade.

Masyarakat menganggap bahwa kanker merupakan penyakit
orang tua atau dengan status sosioekonomi menengah ke
atas. Faktanya, kanker merupakan penyakit segala usia dan
menyerang semua kelompok sosioekonomi. Pemahaman
kanker yang benar pada masyarakat juga perlu ditumbuhkan. Masyarakat perlu memahami setidaknya tiga hal: kanker dapat dicegah dengan pola hidup sehat, banyak jenis kanker bisa disembuhkan, dan semakin lama membiarkan kanker tanpa pengobatan, risiko kematian akan semakin tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s