Karena Rasa Tak Selamanya (Cerita Cinta Kopi)*

cinta kopi

Semua orang tahu

Kamu aman bersamaku

Kamu di dalam aku

Aku melindungimu agar butiranmu tidak berserak

Kamu di dalam aku

Manismu melenakan

Pekatmu menggiurkan

Semut tidak bisa menyentuhmu

Debu tidak akan menggodamu

Saat kamu di dalam aku

Hari ini

Waktu  kamu keluar dari aku

Nyeri

Saat badanku dirajam gunting

Kamu keluar, terjun menuju sang hangat

Aku terhempas

Perih

Dari jauh melihatmu berubah rupa

Butir menjadi cair

Aromamu memenuhi cangkir, menyengat

Tangismu berderai dalam dentingan sendok yang berputar

Apakah kamu menangisiku?

Sayang, kamu berubah

Pun aku juga, namaku sampah sekarang

Seonggok plastik yang terkoyak

Dengan aromamu, kopi

Aroma kenangan saat hanya kita berdua bersama

Hanya kamu dan aku

Saat kamu di dalam aku

Dalam keranjang ini aku bertemu semut dan kecoak

Mereka tertawa menyambut penghuni baru

ya, itu aku

Ah, Aku mengabaikan mereka

Bagiku, keadaanmu jauh lebih penting

Kopi, Kita pernah saling mencintai bukan?

Saat aku menjadi bungkusmu, kamu nyaman bersamaku kan?

Sekarang?

Saat kita berbeda, adakah cinta itu tersisa?

*Sumenep, 15 September 2012, Saat melankolis habis berganti pragmatis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s