Sub PIN: Beragam Ekspresi Anak Saat Disuntik

Tanggal 12-24 November 2012 Dinkesprov Jatim mengadakan Sub PIN difteri di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Kegiatan ini berupa pemberian suntikan imunisasi difteri untuk anak usia 2 bulan-15 tahun berupa vaksin DPT-HB/DT/Td sesuai golongan umur. Nah…alasan diberikan vaksin ini adalah karena insiden difteri dan jumlah kematiannya di Jatim tinggi. Insiden difteri ada 645 kasus dengan 28 kematian dan juga 83% kasus difteri di Indonesia disumbang oleh Jatim. Sub PIN ini  tidak diberikan di seluruh kabupaten/kota, tapi dipilih berdasar daerah mana memiliki penderita difteri paling banyak. Dimana aja? Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, kabuaten dan kota Mojokerto, Jombang, kabuaten dan kota Madiun, kabuaten dan kota Pasuruan, kabuaten dan kota Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi

***

Salah satu kegiatan dokter internship adalah jaga Puskesmas. Puskesmas memiliki beberapa macam pelayanan, salah satunya adalah KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Pekan ini giliran saya bertugas disini. Biasanya sih tugas dokter di KIA “hanya” memeriksa dan memberi obat ibu dan anak yang datang. Tapi kali ini saya bosan. Saya meminta para bidan yang hendak pergi Sub PIN untuk mengajak saya. Yes, berhasil. Para bidan kelihatan “ewuh-pakewuh” jika saya ikut. Mereka kuatir saya mengeluh karena kepanasan, capek, atau kehujanan karena medan yg akan ditempuh Sub PIN ini jauh dengan jalan yang tidak ramah. “Sudahlah Bu, ayo kita jalan, anak-anak sudah menunggu!”

Target hari ini adalah siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 1-6, saya tidak menyangka mereka kooperatif. Saat kami masuk, para siswa terlihat tenang. Dan setelah saya menjelaskan mengenai imunisasi difteri serta lengan kiri yang akan disuntik, mereka masih terlihat tenang. Mereka bahkan langsung menyingsing lengan pakaiannya sebelah kiri tanpa disuruh. Keren!

image

Setelah selesai menyuntik para siswa MI, kami bergegas menuju MTs (Madrasah Tsanawiyah) setingkat SMP. Kontras dengan MI, para siswa MTs ini kebanyakan histeris. Saat kita masuk kelas, mereka teriak-teriak nggak mau disuntik.
Siswa A: Saya baru sakit, kata dokter nggak boleh disuntik (dengan muka takut–keliatan bohong)
Bidan: ini lo ada dokternya, kamu bohong ya? (Sambil lirik saya)
Saya: Sini-sini saya saja yang nyuntik, nggak sakit kok, asal bilang Bismillahirrohmanirrohim..

image

image

Siswa B: Bu dokter..saya berani disuntik!

image

Setelah para siswa disuntik, giliran para siswi kan? Eh..kita kok kaya mainan petak umpet. Para bidan dan perawat kejar-kejaran dengan para siswi. Saya pun menyarankan untuk tidak memaksa mereka. Pelan-pelan saja merayunya, saya pun sudah menyuntik beberapa siswi yang awalnya histeris tanpa harus kejar-kejaran dengan mereka. Kekhawatiran saya terbukti, para siswi yang dikejar-kejar akhirnya semakin histeris. Bahkan ada yang pingsan dan “kesurupan”

Saya pun meminta para guru segera memindahkan siswi ini ke ruang yang lebih tenang. Why? Kesurupan itu menular lho apalagi kalo dibiarkan di ruang yang rame. Di ruangan yang tenang, cuma ada saya, seorang guru, dan siswi itu. Saya melarang orang yang tidak berkepentingan untuk melihatnya. Sebenarnya saya pun bingung apa yang harus dilakukan. Hmm..baca ma’tsurat? Baca ayat kursi? Baca An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas? Saya baca semuanya deh. Dan doa! Yakin deh..Allah bakal bantuin. Dengan izin-Nya, siswi ini lebih tenang dan akhirnya bangun. Alhamdulillah. Kepseknya pun bercerita kalau siswa ini memang sering kesurupan jin. Jin ini tujuannya baik, ingin melindungi siswi itu dari orang yang berniat jahat.
Percaya? Saya sih nggak.

Petualangan Sub PIN berikutnya adalah..ke TK Pelita Hati di Sumondung Lenteng. Secara umum anak-anak kooperatif kok.

image

Selanjutnya, kita menuju rumah kader dan orang tua yang anaknya absen Posyandu. Ternyata banyak juga orang tua yang tidak mau mengimunisasikan anaknya. Setelah dijelaskan secara personal, mereka mau kok. Suatu saat, kami berhenti di TK yang seluruh siswanya sudah diimunisasi, kecuali satu orang. Saya pun menemui ibu yang anaknya belum diimunisasi itu dan menanyakan alasan kenapa tidak ingin diimunisasi. Setelah berbicara lama (menggunakan bahasa madura yang terbata-bata), saya gagal merayu  ibu ini. Alasannya? Si ibu takut anaknya rewel dan nangis. Sudah dijelaskan pun, ibunya malah mengancam tidak mau menyekolahkan anaknya lagi. “Pokoknya nggak mau” kalo sudah ada kalimat ajaib itu, sepanjang apapun saya merayu, akan gagal.
Ah..usaha saya belum maksimal. Lain kali deh, saya berkunjung ke rumah si ibu, kali aja ada suaminya yang bisa diajak kerja sama. Maunya sih saat itu juga berkunjung ke rumah si ibu untuk menemui sang suami, tapi kalau siang seperti ini, saya nggak mungkin menemui sang suami karena kerja.

Kasus lain. Seorang ibu yang apatis tidak mau merayu anaknya untuk disuntik, padahal kami secara khusus berkunjung ke rumahnya demi memberi imunisasi. Alasannya klise seperti cerita sebelumnya, takut anaknya nangis. Saat menemui kami, Sang ibu hanya duduk acuh, tidak mau memanggil anaknya yang sedang bermain di halaman. Bu Bidan kelihatan emosi karena sikap si ibu. Saya pun memanggil si anak yang sedang berlarian. Si anak menghampiri saya dengan takut. Saya ajak main angry bird, saat anak lengah, Bu Bidan menyuntik lengannya. Yes. Si anak pun menangis! Tapi sebentar kok. Sang ibu terlihat sebel sama kita yang membuat anaknya menangis. “Maaf ya Bu, kami sedikit memaksa”

Selesai dengan imunisasi difteri dari rumah ke rumah, kami pun pulang. Petualangan ini diakhiri dengan kehujanan bareng bu bidan.
“Tuh kan Dok, bener kata saya..coba nggak ikut saya, Dokter nggak akan kehujanan”
“Hujan-hujanan kan seru Bu”

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s