Senam, Rok, dan Rokok

bareng cilla, sebelum instruktur senam datang

Hari ini Jum’at. Hari senam para PNS. 

Aku dengan rok, Cilla, dan Galih sudah nyampe di kantor kecamatan Lenteng, Sumenep sekitar pukul 6.15. Menunggu 20 menit, sang instruktur baru datang.

Klise, senam dimulai dengan pemanasan lalu masuk pada gerakan inti. Menggunakan rok untuk senam memang bukan pilihan yang baik. Tapi, aku ndak ada pilihan. Risih rasanya bercampur dengan para laki-laki lalu menggerakkan tubuh bersama, mengeluarkan keringat, hhhh…ndak nyaman lah. Biarin deh, senam pake rok lebar, meski banyak yang anggap aneh. Gerakan apa sih yang nggak bisa dilakukan dengan rok lebar? Sedikit kok. Aku hanya nggak bisa nendang 🙂 Lainnya bisa kok, gerakan senam kaya berdiri satu kaki bisa, bungkuk-bungkuk bisa..

Karena kita dokter baru, setelah pendinginan, kita dikenalin sama pejabat kecamatan sama bu bidan. Aku udah pengen kabur aja, abisnya, bapak-bapak kecamatan ini mulai nyalain rokok, asapnya itu lo…bikin pusing. Padal setelah senam lo, then whats the point of having exercise anyway? cuma buat ajang kumpul-kumpul, ato cuma untuk ngliatin gerakan instrukturnya yang seksi? Para bapak ini apa nggak sadar kalo senam ini untuk kebugaran dan kesehatan, kok malah capcus rokokan, bukannya ambil air putih buat ngilangin gerah di tenggorokan. Ironis kan?

Segitu susahnya berhenti rokok? 

Padal berhenti rokok hanya butuh motivasi dan konsistensi. Pertama, minta sama Allah agar dijauhkan dari rokok. Susah? Betul, memang susah. Coba pikir apa untungnya merokok. Timbang keuntungan dan kerugiannya. Untungnya, rasanya enak, rokok juga bisa menghilangkan masalah (sementara), merekatkan hubungan antarteman (katanya). Lalu ruginya? Banyak. Rugi uang, bayangin uang yang digunakan buat beli rokok dialihkan buat beli susu si anak, anak bakal tambah sehat tuh. Rugi badan. Badan makin tua makin rusak. 

“Aku ngerokok dari dulu, tapi badan sehat-sehat aja tuh?”

“Tunggu aja, habis ini juga bakal batuk-batuk dan sesak”

“Aku ngerokok dari dulu, tapi badan sehat-sehat aja tuh?”

“Iya kliatannya sehat, tapi anaknya jadi keluar masuk RS karena batuk pilek”

Oke, setelah menimbang untung-rugi rokok, tetapkan target. Awalnya kurangi jumlah rokok tiap harinya. Kerjakan secara konsisten minimal sebulan. No excuse ya. Kalo ada rasa nggak nyaman karena berhenti rokok, kunyah permen mint atau crackers lalu banyak minum air putih. Jauhi komunitas atau teman-teman yang membuat keinginan merokok kembali. Lalu, minta sama Allah lagi biar selalu istiqomah dalam menjauhi rokok.

Saat meninggal nanti, kita akan ditanya kemanakah harta kita dibelanjakan. Lha kalo kita jawab paling banyak dibelanjakan untuk rokok, menurut Anda, kita bakal dapat surga atau neraka? Rokok yang bukan hanya membuat sang penghisapnya sakit, tapi juga orang sekitarnya sakit. Menurut Anda, apakah perokok akan diganjar pahala atau ditambahkan dosa?

Berhenti merokok, mulai kebiasaan baik untuk sehat, salah satunya adalah gaya hidup aktif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s