Kampanye Mari Biasakan Sarapan (2): Teman..Ayo Sarapan

Pin di jas sehari-hari

Membiasakan masyarakat untuk sarapan itu tidak mudah. Usaha itu dimulai dari membuat beberapa pin “Mari Sarapan” lalu saya bagikan ke para peserta penyuluhan kesehatan yang saya pimpin. Biasanya sih anak-anak SMP, seperti target kampanye saya saat ini. Pin itu juga saya sematkan di jas dokter yang sehari-hari saya kenakan. Lumayan ternyata. Beberapa orang menanyakan mengapa kita harus membiasakan sarapan. Asyik..saya pun dengan senang hati menjelaskan bahwa sarapan adalah cara sederhana untuk membuat hari yang lebih bersemangat dan produktif. Teman sesama dokter pun ada yang menyeletuk “Sarapan kan bikin ngantuk”. Ada pula yang berpikir bahwa pin yang saya kenakan itu tanda bahwa saya suka makan.
Hmmm…Sarapan bikin ngantuk? kalo makannya kebanyakan..Yes..you”ll be sleepy.

Saya pun menyarankan teman saya yang juga dokter itu untuk sarapan dengan minum kopi. Tapi hati-hati kopi mengandung banyak kalori lo. Atau kalau pun sarapan dengan kopi, jangan kopi sendiri. Anda harus menemanina dengan setumpuk roti gandum ataupun scrambled egg. Entahlah apapun teman kopi itu, saya sarankan yang banyak mengandung protein dan serat. Jangan sampai sarapan hanya dengan kopi, kalau Anda tidak ingin bertemu saya di UGD karena pingsan.

Seorang teman saya pernah mengalami hal itu. Sakit maagnya kambuh karena dia tidak sarapan lalu terpaksa minum kopi dari seseorang yang sedang ia kunjungi. Bisa ditebak, dia pun akhirnya tidak masuk kantor keesokan harinya. Saya sangat prihatin dengan teman saya itu. Saya yakin ada banyak orang seperti teman saya yang mungkin sedang mengalami hal sama. Diskusi mengenai pentingnya membiasakan sarapan dengan teman saya itu agak alot. Sebenernya dia setuju tentang pentingnya sarapan. Hanya, dia akan menyerah jika dihadapkan pada kondisi sama yaitu saat tidak ada waktu. Padahal ada atau tidak ada waktu itu pilihan lo. Berapa detik sih yang diperlukan untuk bikin sereal instan? atau kalo nggak ada, bisa beli roti lo di warung sekitar kantor. Sambil ngantor, bisa makan roti. Sarapan itu nggak perlu waktu lama lo.
Setelah lama bediskusi masalah sarapan, teman saya ini masih pada kesimpulannya. Sarapan itu penting, tapi kalau nggak ada waktu, ya terpaksa nggak sarapan. Saya agak kecewa sih..Ternyata teman dekat saya pun masih belum bisa saya yakinkan mengenai Sarapan No Matter What 😦 Padahal teman saya ini baru kena sakit maag lagi karena nggak sarapan lagi.

Well, nggak apaapa..meski episode saat ini belum dapet scene yang happy ending, tapi saya tidak akan menyerah untuk membuat masyarakat sadar betapa pentingnya membiasakan sarapan.

Advertisements

2 thoughts on “Kampanye Mari Biasakan Sarapan (2): Teman..Ayo Sarapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s