Lost in Jogja #1

Senin-Kamis (25-28/6/12) kemarin aku ada di Jogja untuk mengikuti workshop systematic review di UGM. Kesempatan ini sangat aku tunggu. Bukan hanya karena materi workshop yang unik, tapi keinginan untuk kembali ke Jogja itu terus menggaung ke telinga.Terakhir ke Jogja itu akhir tahun 2011 kayanya, di sana seminar juga.
Meski aku sendirian dan nggak ada kenalan satu pun di sana, aku yakin aku akan baikbaik saja. Aku naik kereta eksekutif Sancaka Pagi berangkat dari stasiun gubeng pukul 07.00 dan nyampe di stasiun tugu pukul 11.45 (jadinya jam 12.00 sih). Ongkos kereta eksekutif ini 165.000 (termasuk biaya pemesanan 10.000). Jadi, misal kita beli tiket pas hari-H, ongkosnya jadi lebih murah yaitu 155.000 (tapi risiko kehabisan tiket gede..secara lagi musim liburan). Namanya juga kereta eksekutif, fasilitasnya oke lah… Ada AC, tempat charge HP dan tivi 🙂

Nyampe di stasiun tugu, aku jalan kaki sambil celingak-celinguk masuk dari hotel satu ke hotel lain buat cari penginapan yang cocok (murah dan nyaman :p). Sampe di perempatan malioboro, aku pun dapet penginapan yang “lumayan”. Ongkosnya 80 ribu per malam dg fasilitas kipas angin dan kamar mandi dalam. Sebenernya aku pengen nginep di penginapan deket RS Sardjito, biar bisa jalan kaki ke tempat workshop. Tapi pas aku telpon, aku nggak berkesan sama org penginapan ini, karena nadanya nggak ramah. Mahal pula. Kamar single dengan fan dan kamar mandi luar ongkosnya 75 ribu, terus pas aku nanya kamar yang kamar mandi dalam berapa, katanya 200 ribu-an. Setelah bersih-bersih, aku pun sms contact person workshop nanyain kalo naik transjogja ke FK UGM turunnya dimana. “Kopma” jawabnya.


Hari pertama workshop, aku mampir ke Indomaret Malioboro buat beli kopi. Hhh..aku kuatir ngantuk pas workshop, secara..materinya kan susah (it works).. Setelah itu jalan lagi ke Halte Malioboro I buat naik transjogja (TJ). Sebelumnya petugasnya nanya tujuanku dimana, aku bilang “Kopma”. Akhirnya aku disarankan  naik bus 3A turun di Ngabean lalu oper ke bus 3B. Naik TJ itu juga favoritku kalo di Jogja (soalnya petugasnya ramah, halte dan busnya nyaman). Sampailah aku di Kopma, celingak celinguk lagi..cari dimana UGM..aku kok belum liat ada tanda2 FK UGM ya? #garukgaruk kerudung
Akhirnya setelah jalan kira2 1 Km, aku nanya ke laki-laki yang keliatan ngantuk “FK dimana ya?”. Sambil matanya kriyip-kriyip, orang yang aku tanya keliatan bingung. Dia pun nunjuk arah masjid university club terus belok kiri. Oke lah kalau begitu…lanjuuut jalaaan…setelah setengah jam berlalu..kok belum nyampenyampe ya..bertemulah aku dengan bapakbapak yang kali ini lebih meyakinkan buat ditanya. Sambil desperate aku pun nanya dimana kampus FK. Orang itu pun bilang kalo aku salah jalan, karena masih jauuh. OMG….Akhirnya, bapak yang baik itu pun memberhentikan bus kota buatku (makasih ya pak).

Dengan 2500 rupiah dan lama perjalanan 5 menit, aku pun nyampe di RS Sardjito lalu nanya lagi ke pedagang pulsa, lokasi kampus FK dimana..dan sampailah aku ke Ruang Teater Perpus FK UGM. Alhamdulillah…setelah hampir satu setengah jam berkeliling UGM, dan hampir separuhnya jalan…nyampelah aku pada tujuan. Alhamdulillah..setelah naik bus 3x, nyampe juga…setelah berulang kali kakiku hampir jatuh karena make sepatu wedges 7 cm selama petualangan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s