Belajar dari Anak SMP

Hari ini (Sabtu, 26/5/12) aku berkesempatan melihat secara langsung presentasi lomba esai SKILAS CUP 2012 di SMA Negeri 5 Surabaya. Lomba ini mempertemukan esai anak-anak SMP Surabaya dan Sidoarjo. Tema esai yang dilombakan adalah menjadi muslim yang hanif, solutif, dan produktif. Panitia mengundang aku sebagai salah satu dari tiga juri. Dua juri lainnya adalah Renanta dari Ekonomi Islam Unair dan Affan dari Matematika ITS. Mereka alumni Smala lulus tahun 2010. Sedangkan aku? Hiks..aku yang paling tua dan bukan alumnus Smala.
Oia,sebelumnya, aku harus memilih 5 esai terbaik dari puluhan esai yang telah masuk ke meja panitia.Ada esai yang nulis mengenai solusi kontroversi Lady Gaga. Dia mikir Lady Gaga boleh tampil di Indonesia asal pake busana tertutup kalau perlu pake kerudung. Meski kesimpulan esai ini kurang bener, tapi nalarnya itu lho..sederhana. Khas anak SMP ya? Polos banget mikirnya. Aku amat mengapresiasi esai anak ini. Meski aku ndak bayangin gimana penampilan Lady Gaga pake kerudung sambil nyanyi poker face. Sayangnya adek ini nggak datang presentasi. Hiks.. Padal aku sangat menantikannya.
Anak-anak SMP ternyata memiliki sistematika berpikir yang tidak kalah dengan orang dewasa lo. Seenggaknya hal ini tertuang dalam tulisannya. Misalnya Ruri dari SMP Negeri 1 Sidoarjo. Dia menuliskan pengertian muslim hanif. Sebenarnya dia nggak pernah denger tentang istilah “hanif”, tapi dia mencari tahu istilah itu lewat wawancara ke guru agama. Sang guru bilang kalo “hanif” itu pribadi yang sabar dan pemaaf. Padahal, hanif itu asalnya dari bahasa arab yang berarti lurus. Dalam konteks islam, seorang pribadi hanif adalah seorang muslim yag lurus akidahnya, hanya menyembah Allah Swt. Saat presentasi itulah, Ruri baru ngeh arti hanif setelah dijelaskan juri. Keren lo Si Ruri ini, ketika dia ndak tahu sesuatu, dia mau berusaha nanya, meski jawabannya kurang tepat.
Presentator pertama bukanlah Ruri. Mmm..sebut saja Si Adek. Presentator pertama ini cukup berkesan bagiku. Karena dia terlihat gugup banget. Kertas yang disiapkannya untuk membantu presentasi, malah semakin kucel karena tangannya yang basah. Si Adek ini nggak ngeliat sama sekali power point yang dibuatnya. Dia sibuk liat kertas yang ditulisnya. Dibuka, dibolak-balik, lalu diremas. Sang operator laptop pun bingung mau menampilkan slide mana karena Si Adek sama sekali nggak ngasi perintah “lanjut” atau “slide”. Meski kelihatan gugup banget, Si Adek ini berhasil mempertahankan nada suaranya lo. Tetep aja datar. Tanpa ada kata “eh..” “aduuhh”.
Beberapa esai lainnya menyebutkan pentingnya mengatur waktu. Mereka mencantumkan sebuah hadis yang ngomongin seorang muslim yang lebih buruk dari kemarin itu amat rugi. Somehow setelah aku baca esai-esai itu aku merasa tertohok. Ya Rabb..Ngapain aja aku selama ini? Pas SMP atau SMA, mana pernah aku ikut lomba seperti ini. Yang aku tahu cuma sekolah dan rumah. Adek-adek yang ikut lomba ini bener-bener keren. Panitia Smala juga keren. Saluutt!! Semoga bisa ketemu lagi dengan orang-orang seperti ini lagi.
PR selanjutnya..bikin adekku yang SMP dan paling ganteng mau nulis juga 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s