Mari Hemat Air!

Indonesia merupakan negara kaya air . Selain merupakan negara dengan laut yang luas, Indonesia memiliki 2.779 milimeter rata-rata hujan per tahun. Meski demikian Indonesia terancam krisis air. Forum Air Dunia II (World Water Forum) di Den Haag pada tahun 2000 menyebutkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang akan mengalami krisis air pada 2025. Bahkan, beberapa wilayah sudah berada di ambang krisis air seperti Jakarta dan Bandung. Kurangnya pemahaman masyarakat dalam menjaga sumber air serta menghemat penggunaan air merupakan salah satu penyebabnya.
Krisis air yang mengancam Indonesia bukan hanya masalah kuantitas, tapi juga kualitas. Sumber daya air merupakan sumber daya yang terbarui tapi kadang ketersediaannya tidak selalu sesuai dengan waktu, ruang, jumlah dan mutu yang dibutuhkan. Pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi telah meningkatkan kebutuhan air baik kuantitas maupun kualitasnya. Demi keberlangsungan hidup, masyarakat membutuhkan ketersediaan air yang cukup dan bersih.
Kajian WHO menunjukkan setiap orang membutuhkan setidaknya 90 liter air bersih setiap hari untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penggunaan air bersih ini meliputi mandi, mencuci pakaian atau piring, memasak, kebutuhan minum dll. Menurut penelitian Teknik Lingkungan UI pada 2008, aktivitas mencuci dan mandi menempati urutan terbanyak jumlah air bersih yang digunakan sehari-hari. Penggunaan air dalam memasak dan bersih-bersih menempati proporsi 15 persen. Padahal air tidak hanya dibutuhkan dalam rumah tangga, tapi juga dibutuhkan dalam industri yang cakupannya jauh lebih besar.
Dalam kehidupan rumah tangga, ibu menempati peran penting dalam menyelamatkan air. Berdasarkan studi International Water and Sanitation Center (IRC), partisipasi penuh para ibu dalam menghemat air terbukti efektif. Jika para ibu rumah tangga mampu menghemat air,tidak hanya melestarikan air, tapi juga menghemat tagihan PDAM bulanan.
Jadi, apa yang harus dilakukan untuk menghemat air?
Ibu bisa mengajari anggota keluarganya untuk tidak membiarkan air mengalir di westafel saat sedang gosok gigi, mencuci tangan, dan berwudhu. Banyak orang yang tidak sadar kebiasaan membiarkan kran terbuka saat gosok gigi merupakan tindakan membuang air sia-sia. Ibu sebaiknya memasang shower di kamar mandi agar air yang digunakan mandi tidak terbuang banyak. Shower lebih sedikit mengeluarkan air daripada gayung atau bathtub kan? Bagian bawah gayung dapat dilubangi kecil-kecil dengan solder sehingga menyerupai shower.
Ibu dapat mencuci pakaian atau piring dengan deterjen dengan busa sedikit. Semakin banyak busa, semakin banyak air yang digunakan untuk membersihkan. Saat ini deterjen bio-degradable dari bahan organik sudah tersedia di pasaran. Air bekasnya dapat dipakai ulang setelah disaring dengan sumur resapan. Ibu juga bisa mengajari anggota keluarga untuk tidak menggunakan barang-barang yag menyedot banyak air seperti kertas.
Bagi muslim yang berwudhu, air wudhu yang baru digunakan bisa ditampung di suatu wadah lalu air tersebut digunakan kembali untuk menyiram tanaman atau halaman. Budaya menanam tanaman juga baik dalam upaya menghemat air. Tanaman lebih baik disiram saat pagi, karena saat matahari membuat air menguap sebelum diserap saat siang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s