Jangan Sembarang Pilih Obat Pelangsing

ayo olahraga dan makan yang baik :)Saat ini beredar berbagai macam obat pelangsing/antiobesitas  yang dijual bebas. Masyarakat sebaiknya dapat cermat memilih obat pelangsing yang aman sehingga tidak menimbulkan efek samping berbahaya seperti dehidrasi, diare, mual-muntah, hingga susah buang air besar.

WHO menyatakan lebih dari 1 milyar orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan, dan paling sedikit 300 juta dari mereka obesitas. Obesitas dan kelebihan berat badan berbahaya karena merupakan faktor risiko terjadinya kencing manis, penyakit jantung, stroke hingga kanker.

Masyarakat sudah memahami bahaya obesitas sehingga mereka mengambil langkah-langkah pencegahan dengan memulai gaya hidup sehat dan konsumsi obat pelangsing. Dalam dunia kedokteran, ada berbagai macam cara kerja obat pelangsing. Ada yang bekerja di sistem saraf supat dengan cara menekan nafsu makan, mempercepat rasa kenyang, dan menaikkan metabolisme sehingga seseorang cenderung berkeringat, Ada juga obat yang bekerja lokal, yaitu obat yang bekerja di saluran pencernaan sehingga penyerapan lemak terhambat. Para ahli menilai obat-obat yang bekerja lokal lebih aman daripada obat yang bekerja di saraf pusat karena obat yang bekerja di saraf pusat lebih banyak menimbulkan efek samping.

Sebaiknya masyarakat mengkonsultasikan masalah kelebihan berat badan kepada dokter untuk mendapatkan obat yang aman dan efektif. Untuk mendapatkan obat yang tepat, dokter mempertimbangkan indikasi dan kontraindikasi obat tersebut. Biasanya seseorang akan ditanyai riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu dan dokter akan memeriksa pasien seperti berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dll. Setelah melakukan pemeriksaan tersebut, dokter akan mendapatkan penilaian klinis mengenai risiko dan keuntungan menggunakan obat pelangsing.

Masyarakat perlu waspada terhadap produk pelangsing yang membuat frekuensi buang air kecil dan buang air besar meningkat. Karena tubuh manusia paling banyak terdiri dari air, maka obat pelangsing jenis itu akan menurunkan berat badan setengah sampai dua kilogram perhari. Seseorang tentu senang dengan penurunan berat badan tersebut tapi efek sampingnya adalah dehidrasi yang berbahaya. Karena obat pelangsing jenis tersebut, organ-organ penting tubuh tidak mendapatkan cairan sehingga terancam terjadi gagal ginjal. Selain itu, pasien perlu hati-hati terhadap obat pelangsing “fat burner” yang tinggi kafein. Karena tingginya kafein dapat memicu terjadinya darah tinggi dan gangguan irama jantung.

Masyarakat yang mengonsumsi obat pelangsing perlu mencermati informasi produk yang terdapat dalam kemasan obat. Informasi itu meliputi indikasi, kontraindikasi, efek samping, dan peringatan penting lainnya. Di samping itu, masyarakat juga perlu memerhatikan Nomor Izin Edar dari BPOM dan tanggal kadaluarsanya.

Selain mengonsumsi obat pelangsing, banyak metode yang dapat digunakan untuk menurunkan berat badan. Metode yang diperlukan masyarakat harus efektif, aman danbersifat menyeluruh. Metode ini dilakukan di bawah pengawasan dokter. Penurunan berat badan akan berhasil jika menggunakan metode yang dirancang khusus sesuai kebutuhan pasien. Metode tersebut berupa kombinasi dari diet seimbang rendah lemak dan rendah kalori, olahraga teratur, perubahan gaya hidup, dan penggunaan obat yang aman dan efektif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s