Memilih Karbohidrat Baik

Salah satu sumber energi utama bagi manusia adalah karbohidrat. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Sel-sel tubuh akan menyerap karbohidrat dalam bentuk glukosa dan mengubahnya menjadi energi.

Ada dua macam karbohidrat yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat komplek. Karbohidrat sederhana terdiri dari dua jenis yaitu monosakarida (glukosa,galaktosa, fruktosa)dan disakarida (laktosa, maltosa, sukrosa). Karbohidrat sederhana lebih cepat diserap tubuh dan terdapat pada gula, pemanis buatan, sirup, madu dan terdapat juga dalam buah dan sayuran dalam jumlah sedikit. Fruktosa terutama terdapat pada buah-buahan dan madu. Gula ini agak lambat diserap teruama yang berasal dari buah. Laktosa sering disebut sebagai gula susu. Sukrosa adalah gula yang sering digunaka sebagai pemanis. Sedangkan maltosa didapat dari beberapa sereal dan hasil fermentasinya. Maltosa akan membuat gula darah meningkat dengan cepat. Semakin cepat gula diserap dalam darah, risiko diabetes akan meningkat. Meski demikian, karbohidrat sederhana tidak buruk bagi tubuh jika asupannya dibatasi.

Karbohidrat kedua adalah karbohidrat komplek yaitu karbohidrat yang tidak bisa langsung diserap tapi harus dicerna dulu sehingga bisa diserap tubuh. Sehingga karbohidrat ini tidak menyebabkan peningkatan gula darah secara cepat. Karbohidrat komplek bisa diperoleh dari beras, kentang, mie, serta tepung gandum utuh. Kadar karbohidrat tidak sama untuk tiap bahan di atas.

Lalu muncul pertanyaan, manakah yang lebih baik, beras merah atau beras putih? Bagi masyarakat Indonesia beras putih dirasa lebih enak serta lebih awet. Hal ini berbeda dengan beras merah yang tidak tahan lama serta mudah tengik pada suhu ruang. Keunggulan beras merah terletak pada kulit ari yang masih dipertahankan, berbeda dengan beras putih yang karena proses produksi, kulit arinya sudah hilang. Utuhnya kulit ari pada beras merah ini menyebabkan beras merah mengandung banyak serat, berbagai vitamin, mineral, serta beberapa asam lemak esensial. Selain itu warna merah pada lapisan kulit merah mengandung antosianin yang merupakan antioksidan.

Bagaimana dengan mie instan, amankah? Mengonsumsi mie instan sebenarnya aman selama tidak mengandung zat pengawet,perasa, dan pewarna yang berbahaya. Pada orang yang alergi gluten, sebaiknya tidak mengonsumsi mie yang terbuat dari gandum karena gandum mengandung gluten.

Pertanyaan selanjutnya adalah karbohidrat mana yang lebih menggemukkan? Hal ini amat tergantung jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Jika asupan karbohidrat melebihi kebutuhan tubuh, maka timbullah kegemukan. Sisa energi yang dihasilkan karbohidrat akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak. Bagi orang yang ingin menjaga berat badannya, pilihlah karbohidrat yang mengenyangkan lebih lama sehingga tidak menambah porsi makan. Karbohidrat komplek lebih mengenyangkan dibanding karbohidrat sederhana. Semakin halus olahan, semakin mudah dicerna dan semakin membuat lapar. Jadi nasi lebih mengenyangkan daripada mie atau tepung.

Kandungan serat juga membuat kenyang lebih lama, sehingga nasi dengan kulit ari yang masih utuh seperti pada beras merah mengenyangkan lebih lama. Serat uga membantu menghambat penyerapan lemak di usus bahkan saat kita makan bersama lemak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s