Kedelai?

Rida, seorang karyawati perusahaan otomotif nasional, bercermin sebelum berangkat ke kantornya. Dalam cermin, dia melihat wajahnya agak mengendor, terlihat garis tipis di dahinya, juga di bawah matanya. Garis tipis yang biasa disebut keriput itu juga dia dapati di kulit tangannya. Dia pun mendesah panjang dan akhirnya menyesali ”Seharusnya aku beli krim malam yang lebih mahal itu biar hasilnya lebih oke”, tutur wanita 39 tahun itu.
Sesampainya di kantor, dia pun menceritakan apa yang dilihatnya dalam cermin itu kepada sahabatnya, Elvy. Elvy pun memberitahu Rida akan usianya yang menginjak usia pramenopause. ”Lalu, apa hubungannya dengan masalahku?”, tanya Rida. ”Kadar estrogen pada wanita yang memasuki usia pramenopause seperti kita akan berkurang”, tutur Elvy. ”Estrogen mempengaruhi pembentukan kolagen yang berguna untuk kekenyalan kulit”, tambahnya. ”Jadi, kalau kadar estrogen turun, kulit jadi mudah keriput?”, tanya Rida yang disambut dengan anggukan Elvy.
Elvy pun menyarankan Rida untuk menjalani terapi sulih hormon. Rida pun setuju. Setibanya di rumah, dia berusaha mencari informasi lebih lengkap mengenai terapi ini melalui internet. Dia pun kecewa karena harganya relatif mahal.
Lalu, Apakah terapi sulih hormon satu-satunya solusi?
Tidak juga.
Wanita pramenopause seperti Rida tidak perlu panik menghadapi perubahan fisiologis kulit menghadapi menopause. Di sekitar kita, banyak bahan pangan yang kaya estrogen yang bisa menjadi jalan alami pemasok estrogen.

Usia mendekati menopause (Pra-menopause)
Usia 30-40an adalah masa medekati menopause . Beberapa wanita tidak merasakan gejala apapun saat itu. Bagi sebagian besar wanita, menopause merupakan momok. Inilah proses penuaan alamiah akibat kadar estrogen dalam tubuh yang mulai menurun. Tidak sedikit wanita yang melalui masa transisi ini dalam ketidaknyamanan.
Perkembangan reproduksi memerlukan hormon Luteinizing Hormone (LH) dan Folicel stimulating Hormone (FSH). LH merangsang produksi androgen, sedangkan FSH merangsang pertumbuhan folikel dan aktivitas enzim aromatase, yang dapat mengubah androgen menjadi estrogen. Masa menopause menyebabkan suplai folikel menurun, sehingga hormon LH dan FSH menganggur. Akibatnya, produksi estrogen merosot drastis .
Penurunan estrogen menyebabkan berkurangnya polimerisasi dan sintesis kolagen sehingga mempercepat terjadinya degradasi. Akibatnya, kulit menipis, kering, kasar, dan kendor dengan lipatan kulit yang jelas. Berkurangnya hormon estrogen merupakan salah satu faktor intrinsik dari penuaan kulit. Pemberian hormon estrogen terbukti dapat memperlambat penuaan berbagai organ termasuk kulit .

Isoflavon
Wanita seperti Rida seharusnya tahu bahwa tetumbuhan di sekitar kita banyak mengandung estrogen. Isoflavon, senyawa yang tergolong flavonioid ini meruapakan sumber estrogen alami dari tetumbuhan. Senyawa ini juga sering disebut fitoestrogen. Senyawa ini mengandung gugus aktif diadzein, genistein, glisitein. Hasil penelitian yang dilakukan Prof. Dr. dr. Prasetyowati Subchan, SpKK(K) membuktikan isoflavon memperlambat penuaan kulit pada wanita pramenopause.
Senyawa isoflavon menyebar luas pada akar, batang, daun maupun buah tanaman yang tergolong Leguminoceae (tanaman berbunga kupu-kupu). Di antaranya seperti kedelai, biji wijen, dll. Dari berbagai tanaman kacang-kacangan yang mengandung isoflavon, telah terbukti bahwa kedelai paling unggul. Dalam 100 g kedelai berat kering, terkandung daidzin 10,5-85 mg dan genistin 26,8-120,5 mg . Memang, kedelai yang diolah secara khusus masih memiliki kandungan isoflavon, meski telah mengalami penurunan kadar. Sedang kandungan tertinggi terdapat pada tepung kedelai4.

Kedelai
Selain mengandung isoflavan, kedelai juga mengandung vitamin B dan E yang dapat membuat kulit menjadi lebih putih dan mulus . Kandungan isoflavon pada kedelai akan jauh menyusut jika diolah dengan digoreng. Beda jika dipanggang atau direbus. Yang terbaik jika dibuat tepung kedelai atau disangrai.
Wanita pramenopause seperti Rida membutuhkan isoflavon setidaknya 50-100 mg/hari4. Mereka disarankan mengonsumsi banyak produk olahan kedelai misalnya tahu dan tempe. Sayangya , kita terbiasa memasak tahu dan tempe dengan digoreng. Hal itu membuat kandungan isoflavon menyusut (24,74 mg/ 100g). Jika dipanggang, tahu dan tempe justru mengandung lebih banyak isoflavon (198,95 mg/ 100g) 4.
Bersahabat dengan kedelai dan produk olahannya seharusnya dilakukan wanita sejak dini serta menjadi gaya hidup. mari belajar dari wanita Jepang atau Tiongkok yang mengonsumsi isoflavon kedelai 35-200 mg/hari4. Bandingkan dengan wanita Indonesia yang mengonsumsi isoflavon sebanyak 40 mg/hari4. Tak heran jika rata-rata kulit wanita Jepang dan Tiongkok begitu halus.
Lalu, apa saran untuk wanita seperti Rida?
Wanita seperti Rida yang cemas dengan penampilannya sebaiknya melihat kecantikan secara holistik. Kecantikan bukan hanya dilihat dari segi fisik tapi juga batin. Bukankah tua itu pasti? Tapi jangan sampai penuaan itu datang lebih dini. Jadi tingkatkan kecantikan batin yang tumbuh dari dalam, yang memancarkan keluhuran. Beralihlah ke gaya hidup sehat. Makan banyak sayuran, buah, dan kedelai, serta jangan lupa olah raga yang rutin. Ok?

Advertisements

2 thoughts on “Kedelai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s