Obat Puskesmas (1): GG

Glyceril guaicolat (GG) atau disebut juga dengan Guaifenesin merupakan kelompok obat expectorant pengencer dahak. Artinya, obat ini digunakan untuk mengobati batuk berdahak. Umumnya, masalah yang dihadapi oleh pasin dengan batuk berdahak adalah dahak yang amat kental sehingga susah dikeluarkan. Obat ini sebaiknya dikonsumsi dengan air putih yang banyak. Karena air putih juga akan membantu mengencerkan dahak. Continue reading

Advertisements

Dispepsia *artikelpenyegar*

Dispepsia atau orang awam menyebutnya dg sakit maag sering bikin dokter dan pasien frustasi. Karena penyakit ini susah sembuhnya 😦

Dispepsia merupakan kumpulan gejala yg bervariasi pada tiap individu, baik intensitas maupun waktunya. Gejala tersebut meliputi nyeri epigastrium (ulu hati), mual, kembung, muntah, sering sendawa, dan cepat merasa kenyang.

15-30% dari populasi umum pernah mengalami dispepsia. Di negara barat, prevalensi dispepsia sebesar 7-14%, dari angka tersebut, 10-20% sajalah yang berobat. Survei di Jakarta menunjukkan, 60% dari 1650 penduduk pernah mengalami dispepsia.

Continue reading

Mengenal Levocetirizin

Penyakit alergi sering dijumpai terutama pada pasien anak-anak. Terapi andalan untuk penyakit alergi adalah antihistamin. Penggunaan antihistamin pada anak sangat berbeda dengan dewasa karena perbedaan kematangan organ.

Histamin merupakan mediator normal yang dikeluarkan oleh mastosit dan basofil. Sedangkan antihistamin adalah inhibitor kompetitif terhadap histamin pada reseptor H1, H2, H3, dan H4. Peranan antihistamin ini semakin kuat terutama untuk reseptor H1. Antihistamin dikelompokkan menjadi generasi pertama dan generasi kedua yang efek sedatifnya minimal. Contoh antihistamin generasi kedua adalah cetirizin, dan pengembangannya yaitu levocetirizin.

Mastosit merupakan first effector cell dari urtikaria. Pada urtikaria akut, 50% penyebabnya tidak diketahui. Biasanya pasien akan mengeluh gatal yang tidak berhubungan dengan makanan atau cuaca dingin. Sebanyak 40% urtikaria kronis disebabkan oleh infeksi saluran napas atas, 9% oleh obat, dan makanan hanya 1%. Sedangkan penyebab urtikaria kronis, 35% disebabkan oleh factor fisik, 5% vaskuler, dan sisanya diakibatkan oleh otoimun, pseudoalergi,  infeksi, dan idiopatik.

Levocetirizin dapat digunakan pada bayi mulai umuur 6 bulan dan efek antihistamnnya lebih kuat daripada loratadin (The Pediatric Research Equity Act, 2007). Meski demikian, efek levocetirizin tetap ada: 5,9% mengantuk, 1,4% mulut kering, 2,7% kelelahan, dan 1,6% sakit kepala. Efek samping ini jauh lebih sedikit ketimbang antihistamin lainnya. Dosis levocetirizin adalah 0,125 mg/kg diberikan sekali sehari pada malam hari karena long acting. Jika respon dirasa kurang, obat ini dapat diberika dua kali sehari. Levocetirizin tidak boleh digerus karena akan menghilangkan sifat long acting-nya sehingga jika digerus, obat tersebut menjadi sama dengan short acting.

Jangan Takut Operasi Katarak!

Image

Mata merupakan organ penting manusia. Hampir 83 persen informasi yang diterima manusia berasal dari indra ini. Sehingga jika mata terganggu, hampir semua aktivitas sehari-hari akan terganggu pula. Membaca jadi sulit, melihat segala sesuatu menjadi tidak jelas.

Salah satu gangguan mata yang banyak diderita masyarakat terutama para lanjut usia (lansia) adalah katarak. Katarak merupakan salah satu penyebab utama kebutaan. Pada World Health Report 1998, sekitar 20 juta penduduk dunia mengalami kebutaan kedua mata akibat katarak. Indonesia memiliki sekitar 3,7 juta penduduk yang mengalami kebutaan dan 70 persen di antaranya disebabkan katarak. Angka ini akan terus bertambah seiring bertambahnya usia harapan hidup di Indonesia.

Katarak adalah perubahan lensa mata yang tadinya keruh dan tembus cahaya menjadi keruh, sehingga penglihatan terganggu. Secara umum, gejala katarak adalah berupa penglihatan menjadi tidak jelas seperti kabut yang menghalangi objek penglihatan, mata menjadi lebih peka terhadap cahaya, jika ditutup satu mata, penglihatan menjadi ganda, serta lensa mata berubah menjadi putih susu. Gejala di atas tidak dirasakan oleh pasien secara cepat, melainkan secara perlahan.

Katarak tidak menular dari satu mata ke mata lain, tapi dapat terjadi pada kedua mata secara bersamaan. Sebagian besar katarak diakibatkan oleh penuaan atau degenerasi sehingga banyak diderita oleh orang tua. Meski demikian, ada beberapa jenis katarak yang hanya diderita usia dini karena infeksi pada ibu hamil. Sedangkan pada penderita diabetes atau kencing manis, katarak dapat menyerang di segala usia. Selain faktor di atas, hal lain yang dapat memicu terjadinya katarak seperti paparan sinar matahari, penggunaan obat tertentu seperti steroid, trauma pada mata sebelumnya seperti pada korban kecelakaan, serta penyakit dasar yang pasien seperti darah tinggi.

Sembuh dengan Operasi
Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat-obatan, makanan, atau kegiatan olah raga yang secara spesifik dapat menghindari katarak. Salah satu upaya efektif untuk memperlambat terjadinya katarak adalah dengan melindungi mata dari sinar matahari. Selain itu, menjaga pola hidup sehat dan mengobati penyakit kronis seperti kencing manis dan darah tinggi, dapat memperlambat timbulnya katarak. Pola hidup sehat termasuk di antaranya adalah berhenti merokok.

Kabar gembiranya, orang yang mengalami kebutaan akibat katarak masih memiliki kesempatan untuk sembuh melalui operasi. Namun, sebagian besar masyarakat takut membayangkan operasi. Selain membayangkan operasi yang identik dengan sakit dan berdarah-darah. Bahkan tak sedikit kabar yang beredar bahwa operasi katarak malah mengakibatkan kebutaan. Continue reading

Ayo Cegah Pikun!*

Happy-Old-People

Seiring bertambah umur manusia, manusia akan semakin rentan pikun. Kakek, nenek, dan lansia lainnya sangat rentan terhadap gangguan yang berakibat bukan hanya medis, tapi psikososial ini. Secara umum pikun atau demensia memiliki dua sebab utama yaitu yang demensia yang berkaitan dengan pembuluh darah (vascular dementia) dan selainnya (nonvascular dementia). Nonvascular dementia yang seri ng didengar oleh masyarakat adalah Alzheimer. Meski prevalensinya belum diketahui di Indonesia, tapi seiring dengan meningkatnya populasi  lansia di Indonesia, penyakit ini perlu diwaspadai.

Ternyata ada beberapa strategi sederhana untuk mencegah pikun akibat Alzheimer.

Continue reading

Rinai

Rintik rintik rinai turun satu-satu
Mengisi malam di ujung kamar beratap bambu
“Rindu” tulisku
Aku ingin bertemu, sungguh

Malam ini purnama singgah
Berteman dengan rinai, bintang pun segan
“ini hanya sebentar” katamu kemarin petang
Aku pun diam

Rinai rinai rinai
Tak inginkah Engkau berhenti sebentar?
Dengarkan perasaanku yang tertahan
Aku ingin pulang

Bukittinggi, 23/5/2013

Bagaimana Menurunkan Demam pada Anak?

fever
Seorang ibu mengantarkan anaknya ke dokter dengan keluhan panas tinggi sejak semalam. Setelah melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik, dokter memberikan obat penurun panas untuk si anak. Lalu, apa yang harus dilakukan sang ibu? Apakah cukup hanya dengan memberi obat penurun panas?

Kesembuhan pasien bukan satu-satunya dipengaruhi oleh obat yang diberikan oleh dokter, tapi kerjasama antardokter pasien. Dokter memberi obat penurun panas saat di klinik, dan ibu merawat anak demam di rumah.
Continue reading